![]() |
|
/ Home / Makassar Saat Ini /
CITIZEN REPORTER: Belajar Membuat Makanan dari Coklat di Kuala Lumpur
Laporan: Ketua TP PKK Bantaeng Lies F Nurdin
Senin, 15 Maret 2010 | 23:34 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng bersama organisasi wanita lainnya seperti Himpunan Wanita Karya (HWK), Kelompok Pengolahan Industri Wanita (KPIW), Dharma Yuktikarini, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Keluarga DPRD, dan Ketua PKK tingkat kecamatan se Kabupaten Bantaeng melihat proses pengolahan coklat di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (15/3).
Industri pengolahan coklat, Cocoz Boutiq, di negeri jiran ini mengolah kakao menjadi berbagai jenis makanan berbahaan baku coklat.
Kami menikmati produk industri ini, ada yang rasa durian, strawberry, kelapa, bahkan ada yang menjadi obat untuk penderita penyakit jantung serta untuk kesehatan laki-laki (Coklat Tongkat Ali).
Saya berharap, dari kunjungan para ketua organisasi wanita dari Bantaeng ini ke industri kakao di Malaysia setelah pulang ke Bantaeng mereka bisa mengolah potensi kakao di Kecamatan Tombu Bulu dan kecamatan lainnya di Bantaeng.
Minimal mengolah dalam bentuk industri rumah tangga dulu. Para pengurus organisasi wanita ini, setelah memiliki pengetahun adan pengalaman dari Malaysia, diharapkan bisa membina ibu-ibu rumah tangga untuk mengembangkan industri yang berbasis pada produk pertanian lokal.
Saya melihat, keberhasilan Malaysia dalam mengembangkan produksi kakao hingga menjadi makanan coklat berbagai rasa tersebut karena ditunjang oleh departamen pariwisata setempat.
Keterlibatan Pusat Pelancongan Malaysia itulah yang kemudian menjual nama besar negeri itu sehingga wisatawan berkunjung ke Cocoz Boutiq di jantung Kota Kuala Lumpur.
Hal yang menunjang lainnya, menurut pantaua kami, penataan taman disekitar tempat coklat tersebut. Disekitar gedung coklat terdapat taman yang indah sehingga pengunjung tak hanya menikmati coklat berbagai rasa tetapi juga dapat menikmati indahnya pemandangan.
Kunjungan ke lokasi tanaman tersebut dimaksudkan untuk menunjang rencana Pemerintah Bantaeng yang menjadikan Kecamatan Ulu Ere sebagai kawasan kampung bunga serta kecamatan lainnya menjadi kawasan penyangga.(*)
Tribun Timur
komentar
|
|