![]() |
|
/ Home / Makassar Saat Ini /
Bukan Dulmatin, Tapi Umar Patek yang Latih Teroris di Aceh
Laporan: tribunnews.com/yon
Senin, 15 Maret 2010 | 23:03 WITA
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Umar Patek, salah satu pentolan Jamaah Islamiah (JI) dan buron teroris nomor wahid di Indonesia diduga ikut melatih kelompok teroris di Aceh. Umar Patek, teman Dulmatin pelatih bersama tujuh buron teroris lainnya yang telah dirilis Polri. "Menurut fakta-faktanya, keterangannya, dia (Umar Patek) adalah pelatih disana juga. Bukan hanya yang tujuh itu," kata Kabareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi, di Jakarta, Senin (15/3). Adapun ketujuh buron, selain Umar Patek yang dimaksud Ito adalah Abu Yusuf alias Mustaqim, Ubaid alias Adi alias Jakfar, Ziad alias Deni Suramto alias Toriq, Tono alias Rahmad alias Bayu Seno, Pandu alias Abu Asma, Abu Rimba alias Munir alias Abu Uteuen, dan Usman alias Gito. Ditambahkannya, kedelapan orang tersebut lulusan pelatihan perang di Filipina. Kedelapannya merupakan para ahli di bidangnya masing-masing. Sama halnya dengan Dulmatin. Terkait keberadaan Umar Patek yang diduag di Aceh,Ito mengaku tidak mengetahuinya namun akan terus memburunya. "Bukan hanya di Klaten saja, banyaklah. Jadi di seluruh Indonesia yang ada kaitannya (dengan teroris), anggota Densus di berbagai daerah sudah bergerak. Kami tinggal tunggu hasilnya," jawabnya menyikapi apakah perburuan di Klaten menyangkut keberadaan Umar Patek. Pada kesempatan itu, Ito pun menegaskan bahwa tindakan jajarannya di Densus yang terkesan hobby menewaskan teroris, merupakan tindakan yang tidak terelakkan dari standar operating prosedur yang ada. "Bukan asal tembak. Polisi itu kan melumpuhkan teroris ini apabila mengancam masyarakat dan mengancam keselamatan petugas. Kan melumpuhkan (menewaskan) juga ada standard operating precedure (SOP)-nya," tandasnya. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menyatakan kini telah memburu 14 orang teroris yang dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Saat ditemui sebelum sidang kabinet bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono beserta jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di kantor Kepresidenan, Polri telah menangkap jaringan teroris di Aceh dan Pamulang sebanyak 38 orang. "Yang ditangkap secara hidup-hidup sebanyak 31 orang dan 7 lagi mati. Kami sudah keluarkan DPO 14 orang dengan masing-masing profilnya. Insya Allah bisa ditangkap secepatnya," ujar BHD, Senin (15/3). Menurut Kapolri, dari 31 orang tersangka teroris yang berhasil ditangkap tersebut, masing-masing ada yang pernah terlibat kasus peledakan Hotel JW Marriott Mega Kuingan, Jakarta serta melakukan tindakan kekerasan dibeberapa tempat. "Indikasi campur tangan GAM sampai sejauh ini tidak ada. Suyudi, Marzuki warga aceh yang masuk kegiatan mereka, dan itu bukan GAM. Kita berharap dengan adanya DPO dan latihan, kerja sama semua pihak masyarakat, pemerintah, camat secepatnya kasih info kepada pihak keamanan, begitu menjumpai tanda-tanda mereka," tegasnya. Soal L/C bodong, Kapolri bambang Hendarso menyatakan, kalau soal tersebut sedang di proses. dalam waktu dekat akan dijelaskan oleh Bareskrim polri. "Jika ada indikasi pidana money laundring, perbankan kita akan jelaskan," terangnya. (Persda network/roy/yon) Tribun Timur
komentar
|
|