+ Iklan Baris Online     + Lowongan Kerja

Manfaatkan Lantai Dua Rumah sebagai Tempat Kerja
Minggu, 21 Februari 2010 | 23:15 WITA

TREN melakukan kegiatan usaha alias bisnis di rumah kini tengah melanda masyarakat kita. Usaha rumahan ini tentu membutuhkan ruang. Langkah ini bisa dibantu dengan mendesain ruang kerja sendiri didalam rumah. Hal itu juga dilakukan Senior Sales Executive Hotel Aryaduta Makassar, Erwin Arsyad.

Pria yang lahir di Sidrap, 10 Desember 1980 ini, menyulap lantai dua rumahnya sebagai ruang kerjanya untuk usaha bisnis penyewaan mobilnya. "Selain bekerja di Hotel Aryaduta, saya juga menjalankan bisnis penyewaan mobil dengan nama CV Lajonga Car untuk sejumlah perusahaan," katanya.
Menurut pria yang masih lajang ini, biasanya usai pulang kerja ataupun di hari libur, dia lebih banyak memanfaatkan waktunya di ruang kerja. Di situ, Erwin banyak memonitoring ataupun membuat laporan bulanan untuk bisnis yang sudah dijalankannya sejak 2008 ini. Di ruang kerjanya terdapat sebuah komputer set di atas meja dan juga kursi kerja berwarna hitam.
Agar tampak nyaman, karena dia banyak menghabiskan waktu di ruang kerja tersebut, Erwin menyulap senyaman mungkin lantai dua rumahnya. Mulai dari warna dinding krem yang tampak teduh di mata, penempatan bunga rotan imitasi, ruang yang lapang, hingga menempatkan sebuah tempat tidur di ruang itu.
Anak dari pasangan Muh Arsyad dan Sumarni ini mengaku, sengaja menempatkan tempat tidur di ruang kerjanya agar saat lelah, dia bisa langsung beristirahat. Meski tempat tidur utama dekat dari ruang kerjanya namun Erwin lebih banyak bersantai di tempat tidur ruang kerjanya.
Dia mengatakan, sebagai orang Bugis dia juga sengaja membangun konsep rumahnya yang lapang. Sehingga di lantai dua itu terdapat area luas yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan keluarga ataupun pengajian. Di ruang itu kursi ditiadakan hanya sebuah hamparan karpet dan juga bantalan untuk beristirahat.
Hunian yang berlokasi di Jl Yos Sudarso ini, mulai ditempati sejak tahun 2000 lalu dengan model desain bangunan yang klasik. Model bangunan tersebut dipilih Erwin saat mendesain rumahnya itu dikarenakan modelnya yang tak lekang oleh waktu juga mewakili karakternya yang senang dengan sesuatu hal yang berbau klasik.
Selain bisnis penyewaan mobil, di rumah Erwin juga terdapat bisnis jualan pakaian perempuan dan juga baju muslim seperti gamis. (meliana bory)

Buat Mezanin untuk Kamar Tamu

SEBENARNYA, rumah keluarga Erwin berukuran lumayan besar dan berlantai dua. Namun, karena sebagian rumahnya digunakan sebagai tempat bisnis, otomatis ruangan untuk keluarga juga berkurang.
Apalagi, Erwin memiliki keluarga besar, jadi mereka membutuhkan ruang tambahan ekstra bila ada keluarga yang berkunjung. Karena dasar rumahnya hanya berlantai dua, maka untuk menyiasatinya, Erwin menambahkan mezanin di bawah lantai dua rumahnya.
Mezanin memang bisa jadi salah satu cara mendapatkan ruang tambahan tanpa perlu melakukan perubahan struktur rumah. Untuk akses menuju mezanin yang isinya berupa tempat tidur, pria muda 29 tahun ini membuat tangga khusus dari lantai dua rumah. Selain itu juga ada akses tangga dari lantai satu. Mezanin ini didesain minimalis agar tampak luas.(mel)



Serba Hijau di Ruang Tamu
 KESAN sejuk jadi pandangan pertama kala tamu berkunjung di ruang tamu keluarga Erwin Arsyad. Pandangan ini agak kontras dengan suasana lantai dua yang dominan warna krem dan coklat.
Ruang tamu memang menjadi identitas sebuah rumah dan penempatan unsur hijau akan menambah kenyamanan rumah. Awal masuk, tampilan hijau mendominasi. Dinding, sofa, bantal, karpet, hingga tirai berwarna hijau.
Warna hijau memang disebut-sebut membuat ruang menjadi lebih teduh dan bersuasana alami. Ya, ini terjadi karena hijau itu identik dengan warna dedaunan yang ada di alam. Ketika unsur dedaunan ini dihadirkan ke dalam ruangan, keberadaannya membuat ruang lebih adem.
"Mendukung suasana hijau alam, ibu saya menempatkan tanaman buatan berupa padi-padian dekat tangga menuju lantai dua," katanya.(mel)

Hijau Tanpa Lahan di Balkon   

MENANAM pohon di rumah keluarga Erwin, jelas tidak mungkin. Pasalnya, hunian tersebut sama sekali tidak memiliki lahan lebih untuk membuat taman ataupun menanam pohon. Namun, untuk membuat tampak hijau rumahnya, Erwin menempatkan sejumlah jenis tanaman hias mungil di balkonnya.
Jenis tanaman hijau yang ada seperti kaktus hingga bunga gelombang cinta merupakan andil dari ibunya agar, lantai dua lebih kelihatan asri. Agar keasrian makin nampak, material untuk dinding balkon dibuat dari batu alam dengan desain seperti batu bata.
Kaca jendela yang memanjang horisontal juga merupakan yang berukiran daun dan burung. Selain itu, pagar balkon didesain dengan model daun. Di balkon juga terdapat dua pilar sebagai pendukung konsep klasik rumahnya dan juga agar tampak kokoh.(mel)

penjelasan pemilik
Furnitur Klasik di Kamar Utama

SAYA sangat menyenangi sesuatu yang klasik karena lebih natural dan awet. Untuk itu, penerapannya tidak hanya pada konsep bangunan juga pada furnitur. Furnitur ini selain ada di ruang tamu juga ada di kamar utama. Mulai dari tempat tidur, lemari, meja rias, hingga tempat dasi semuanya bernuansa klasik. Bahan furnitur ini dari kayu jati berwarna coklat.
Pintu kamar utama juga dibuat dengan desain model lipat agar bisa terbuka lebar, sehingga antara kamar utama dan ruang lainnya bsia terhubung dan terlihat lebar.(mel)

data diri:
Nama: Erwin Arsyad
Lahir: Sidrap, 10 Desember 1980
Jabatan: Senior Sales Executive Hotel Aryaduta Makassar
Orangtua: Muh Arsyad dan Sumarni
Alamat: Jl Yos Sudarso I No 17 A Makassar
Fotografer: Ocha Alim

Dinding Dilapis Cermin yang Banyak Fungsi

CERMIN rupanya sedang digandrungi. Banyak desainer interior memanfaatkannya sebagai salah satu cara memberi efek luas pada ruangan, termasuk pada kamar tidur. Bagi yang percaya fengshui, peletakan cermin di kamar tidur bukan solusi yang baik.
 Namun, bagi yang ingin "meluaskan" ruangan, cermin yang memenuhi dinding menjadi solusi yang paling populer. Mungkin saking populernya, banyak orang lantas memasang cermin untuk menutup satu bidang dinding. Dengan begitu, tujuan untuk "meluaskan" ruang itu tercapai dalam sekejap. Ruang bisa dua kali "lebih luas" karenanya.
Nah, masalahnya dinding mana nih yang mau dilapis cermin? Dan apakah harus dinding yang dilapis cermin? Rupanya tidak. Cermin bisa dipasang melapisi seluruh permukaan pintu lemari built in. Kebetulan saja, lemari ini memenuhi salah satu dinding ruangan, dari kiri hingga ke kanan, dan dari lantai hingga ke plafon. Jadi, kalau diperhatikan seolah cermin itu terpasang melapis seluruh permukaan dinding.
Keunggulannya, selain karena cerminnya bisa "meluaskan" ruang, cermin bisa "menyembunyikan" sosok lemari. Terus, di ruang ini tak lagi dibutuhkan kaca cermin untuk mematut diri. Segala peralatan kamar tidur, pakaian, bahkan peralatan rias bisa disimpan di dalam lemari karena tersedia banyak ruang  penyimpan di dalamnya. (mel)

Tribun Timur
Lebih Interaktif, Lebih Akrab

Redaksi: 081.625.2233 (SMS), tribuntimurcom@yahoo.com, Facebook Tribun Timur Berita Online Makassar, twitter.com/tribuntimur
Sirkulasi: 081.625.2266 (SMS)
Iklan: 0411 (8115555)

(Syamsul)

Dibaca 142 Kali
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved