Selasa, 17 November 2009 | 23:25 WITA
DI dunia pemasaran, nama Seth Godin adalah nama yang tidak asing lagi. Pioneer internet marketing ini sudah sejak lama meramalkan bahwa pada akhirnya "interruption marketing" akan mati.
Menurutnya dunia sudah semakin berubah, tidak seperti 30 tahun yang lalu ketika konsumen masih enjoy diganggu oleh berbagai bentuk interupsi yang diajukan pemasar. Dulu ada masanya ketika konsumen senang melihat iklan di TV.
Apalagi ketika TV baru-baru muncul, konsumen seakan terpesona dengan segala macam interupsi sponsor yang numpang lewat. Tapi lain halnya dengan kondisi saat ini ketika sudah semakin banyak media yang didukung oleh teknologi berbasis networking, bukannya broadcasting semata.
Seperti yang dikatakan oleh Seth Godin, rata-rata konsumen setiap tahunnya mendapatkan sekitar satu juta pesan yang berbau marketing, artinya sekitar 3000 pesan per hari. Dan tidak ada manusia manapun yang bisa mencurahkan perhatiannya kepada pesan sebanyak itu setiap harinya.
Makanya menurut dia, orang-orang sudah semakin letih dan sudah tidak enjoy lagi untuk diinterupsi terus menerus. Dengan kondisi seperti ini, maka tak heran kalau semakin banyak orang-orang yang meng-ignore segala bentuk interupsi yang ada.
Godin juga mengatakan bahwa problem terbesar dari iklan masal adalah karena caranya yang tak lagi "bersahabat." Pemasar bertarung untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang dengan cara mengganggu waktu mereka dalam bentuk apa saja, di mana saja, pada saat kapan saja.
Dan itu semua dilakukan tanpa peduli, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, selama kita menjadi target market sebuah perusahaan, kita akan menerima interupsi itu semua.
Maka dari itu, melihat perubahan lanskap seperti ini, Godin menawarkan model yang lebih ampuh dan bersahabat. Model pemasaran yang sifatnya "permission-based." Kalau dulu di interuption-based, pemasar asyik saja mengganggu konsumen yang ditarget olehnya lewat berbagai media dan tanpa peduli disosor terus.
Nah kalau di pemasaran yang permission-based, pemasar minta izin terlebih dahulu untuk menganggu si konsumen. Ketika ingin mendapatkan iklan, konsumen harus memberi izin atau persetujuan dulu ke si pemasar. Intinya di setiap komunikasi yang dilakukan oleh pemasar ke konsumen, si pemasar harus permisi dulu, dan minta izin ke konsumen.(fir)
* Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin, pakar pemasaran
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(
Syamsul)