SBY Harus ``Paksa`` Andi Mallarangeng Minta Maaf
Laporan: Kompas.com/Inggried Dwi Wedhaswary
-

Rizal dan Alifian Mallarangeng
Jumat, 3 Juli 2009 | 12:15 WITA

JAKARTA, TRIBUN - Pernyataan Andi Alfian Mallarangeng yang menyinggung salah satu etnis tidak bisa dianggap sebagai pernyataan biasa. Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun kecipratan getahnya. Ia didesak untuk memerintahkan sang jubir meminta maaf.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat mengikuti kampanye SBY-Boediono di Makassar, Andi mengatakan, "Belum saatnya orang Bugis menjadi pemimpin."

"Pernyataan Andi itu konyol. Dia akademisi, S-3, Phd, statement itu bukan hanya tidak etis, tapi juga tidak cerdas. Bagaimanapun, semua tahu, siapa pun bisa jadi Presiden tanpa memandang suku, agama, dan asal-usulnya," kata pengamat politik LIPI, Syamsuddin Haris, di Jakarta, Jumat (3/7).

Meski hanya mengatakan "belum waktunya", menurut dia, sudah ada unsur pendiskreditan terhadap etnis tertentu. "Belum waktunya, lalu kapan? Bukan hanya pernyataan yang sempit, tapi agak picik," ujar dia.

Oleh karena itu, SBY harus meminta dan memaksa Andi, yang juga Juru Bicara Presiden, untuk meminta maaf. Jika tidak, ia memprediksi akan menjadi bumerang bagi SBY. "Suara SBY di Sulawesi Selatan bisa beralih kepada pasangan lain secara signifikan. Apalagi, kabarnya dalam survei terakhir Lembaga Survei Indonesia, elektabilitas SBY turun. Dan bisa jadi akan turun semakin signifikan dengan pernyataan Andi," ujarnya.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

(widya)

Dibaca 931 Kali
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Sebenarnya masyarakat Sulsul dan pendukung JK-Win harusnya berterima kasih pada A.Mallerangeng. Pernyataannya itu adalah bentuk lain permainan psikologi politik yang cerdas. Dengan pernyataan itu Alfian sebenarnya telah membangkitkan "harga dir"i orang non-Jawa untuk memilih pasangan non-Jawa. Luar biasa kau Alfian kau korbankan nama baikmu untuk memenangkan JK-Win dengan permainan psikologi politik. Cerdas.

Posted by: Arif | Minggu, 5 Juli 2009 | 05:18 WITA

Tidak perlu meminta/memaksa andi mallarangeng minta maaf karena memang JK belum sangat pantas jadi presiden

Posted by: dirga | Sabtu, 4 Juli 2009 | 08:14 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved