Kamis, 2 Juli 2009 | 22:11 WITA
JAKARTA, TRIBUN - Calon presiden Jusuf Kalla sekali lagi 'menyentil' capres SBY. Kali ini, terkait pernyataan anggota Tim Sukses SBY-Boediono, Andi Malarangeng, beberapa waktu lalu bahwa orang dari Sulawesi belum pantas untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia.
"Siapapun boleh memimpin bangsa ini. Pandangan bahwa salah satu suku tidak boleh menjadi pemimpin adalah berbahaya karena itu membawa kembali ke jaman rasialis. Indonesia itu adalah satu dan kita harus bela bangsa ini," tutur JK dengan nada meninggi dalam sesi pertanyaan kelima Debat Capres terakhir di Balai Sarbini, Kamis (2/7).
Menurut JK, kekuatan bangsa ini justru terletak pada keragamannya dari segi etnis, budaya dan agama di mana setiap perbedaan dihormati dan masyarakat hidup dalam toleransi. "Kekuatan bangsa ini pada perbedaan karena itulah lambang di atas gambaran presiden dan wapres adalah Bhineka Tunggal Ika. Kiri dan kanan (gambar presiden dan wapres) boleh berganti tapi di atasnya enggak ganti," tutur JK.
JK meminta semua pihak tidak berpikir picik, tapi mengembangkan pikiran yang jernih untuk menjalin kebersamaan yang membuat bangsa Indonesia menjadi kuat.
Lebih jauh, dalam perspektif nasionalisme itu JK memandang perlunya menetapkan status kepegawaian nasional di mana para pegawai golongan empat dari manapun bebas dipindahtugaskan ke segala daerah.
Capres Megawati yang diberi kesempatan untuk menanggapi menunjukkan persetujuannya terhadap pendapat JK. "Untuk penjelasan ini saya 100 persen sama Pak JK," tutur Mega.
Sementara itu, capres SBY yang berada dalam posisi didebat enggan berpolemik. Dirinya hanya mengatakan setuju bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika penting sebagai perekat keragaman bangsa. "Saya setuju," tutur SBY.
Di akhir klarifikasi, JK meminta SBY dan Mega yang mengaku sepakat dengannya tidak hanya sepakat dalam hati tapi nyata dalam perbuatan.(*)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(
Irham)