Laporan: Muhammad Irham. la_toge_langi@yahoo.com
Kamis, 2 Juli 2009 | 21:42 WITA
MAKASSAR, TRIBUN - Relawan pasangan Capres SBY-Boediono di Sulawesi Selatan menilai aksi unjuk rasa sekitar 1.000-an orang di depan Sekretariat DPD Partai Demokrat Sulsel siang kemarin, wajar dan tidak akan mengganggu aktivitas relawan dan simpatisan SBY-Boediono di Sulsel.
"Demo tadi siang hanya pra kondisi saja, kami tidak pernah terusik soal itu. Kalau mau demo, silakan asal tidak merusak," kata juru bicara relawan AYL for SBY, Ian Latanro, Kamis (2/7).
Ian menilai bahwa pernyataan Alifian saat berorasi di GOR Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Rabu lalu, biasa saja walau diakui bahwa pernyataan itu sangat politis. "Tak perlu kebakaran jenggotlah," kata Ian.
Pada saat berorasi di hadapan sekitar 3.000 orang simpatisan SBY-Boediono di Makassar, Alifian mengatakan bahwa saat ini belum saatnya orang Sulsel menjadi Presiden karena masih ada yang terbaik yaitu pasangan SBY-Boediono.
Pernyataan Alifian itu akhirnya berpolemik dan menimbulkan kecaman dan reaksi keras dari berbagai kalangan. Sekitar 1.000-an orang mendatangi Sekretariat DPD Partai Demokrat Sulsel memprotes pernyataan Alifian itu.
Tak kurang dari Forum Rektor yang menghimpun rektor dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Makassar mengecam pernyataan itu.
"Sejatinya kita harus realistis. Jangan karena alasan kultur baru, segala cara dilakukan. Sebagai seorang Bugis Makassar yang sudah merdeka, justeru punya kesempatan untuk menentukan pilihan berdasarkan nilai-nilai kemampuan dari seseorang," ujar Ian.(*)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(
Irham)