/ Home / News / Makassar  /
Share |

Beredar Rekaman Mahasiswi Makassar Dipaksa Bugil
Perekam Mengaku Aparat Keamanan
IST

Minggu, 10 Mei 2009 | 06:23 WITA

Makassar, Tribun - Rekaman yang memperlihatkan seorang mahasiswi salah satu pergurun tinggi di Makassar yang dipaksa bugil beredar. Adegan yang diperkirakan direkam melalui handphone itu berlangsung di dalam sebuah mobil.

Informasi yang diperoleh Tribun, lokasi kejadian di salah satu kawasan wisata Tanjung Bunga, Makassar, beberapa hari lalu.

Pada rekaman itu, terlihat korban dipaksa melucuti seluruh pakaian oleh oknum yang mengaku aparat keamanan saat melakukan razia di kawasan tersebut. Saat itu korban kedapatan bermesraan dengan pacarnya oleh oknum yang mengaku aparat keamanan.

Adegan pemaksaan pelucutan pakaian mahasiswi itu dilakukan di samping pacar korban. Pada rekaman ini, si pria tetap mengenakan pakaiannya karena tak diminta membukanya.

"Si aparat itu katanya memaksa korban membuka seluruh pakaiannya untuk membuktikan bahwa mahasiswi itu tidak melakukan hubungan suami istri. Jadi korban dengan terpaksa membuka seluruh pakaiannya kodong," ujar seorang yang enggan ditulis identitasnya dengan alasan keamanan, tadi malam.

Sumber Tribun itu mengaku menerima rekaman itu dari temannya pula. Rekaman berdurasi sekitar satu menit tersebut kini beredar di kalangan mahasiswa di Makassar. (jum)
 

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

( Muh Izzat Nuhung)

Dibaca 10377 Kali
1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last

aparat yang kayak gitu lebih baik dipecat aja,,,,,

Posted by: ardiansyah | Sabtu, 6 Februari 2010 | 02:42 WITA

Kalo Bali ada Tari Perut tapi di makassar ada tari di bawah perut mau????

Posted by: Lely | Kamis, 4 Februari 2010 | 22:58 WITA

kalau aparat menganggap perbuatan itu asusila, maka perlakuan aparat tersebut adalah bejat.

Posted by: Arsyad A. Ridla | Selasa, 26 Januari 2010 | 16:58 WITA

Aparat keamanan (kepolisian) seharusnya melindung masyarakat bukan mala memperlakukannya seperti itu,dan aparat kepolisian juga harus menmyelidiki apakah benar pelakunya adalah aparat keamanan tau bukan. jika benar aparat keamanan maka aparat tersebut harus di copot jabatannya dan di hukum setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukanya.

Posted by: linzend | Kamis, 31 Desember 2009 | 16:13 WITA

Oknum Aparat kayak demikian, harus ditindak tegas bila perlu dipecat aja dari Satuannya. Hal demikian, udah sering terjadi..so bagian penindakan keadilan militer----yang tegas don'k

Posted by: Ashari | Rabu, 30 Desember 2009 | 13:04 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved